Entri yang Diunggulkan

RESUME JARINGAN KOMPUTER

Resume Jenis Jaringan Komputer Telekomunikasi I. Pengerrtian Jaringan Komputer Jaringan komputer  adalah sebuah kumpulan komputer, ...

30 Juni 2019

File Traccer Activity 12

Jaringan Komputer Pertemuan Ke - 12


Assalamualaikum warohmatullahiwabarokat'uh , wasalamuala sayyidina Muhammad wa a'la ali sayiidinna Muhammad .

Kali ini saya akan memaparkan penjelasan dari CISCO tentang bagaimana mengkonfigurasikan Navigation IOS , dan mengkoneksi Router . sebagai berikut :


1. Navigation the IOS

I. Gambar 2.1.4.6


II. Configuration Layout



III. Configuration 



IV. Configuration Setting



V. Configuration text



VI. Configuration Text 2



VII. Configuration Text 3



VIII. Hasil Check Result




2. Configuration Initial Switch Setting

Gambar 2.2.3.4


I. Gambar Configuration Switch S1










II. Gambar Configuration Switch S2











Hasil Check Result




3. Configuration initial router settings

I. Soal Gambar 6.4.1.3 


II. Gambar Menu Utama pada PCA



III. Configuration PCA







IV. Hasil Result Configuration PCA to router settings




4. Connect a Router to a LAN 

I. Gambar Soal 6.4.3.3


II. Configuration Router (R1)







III. Configuration Router (R2)




Hasil Result Connection a Router To a LAN



Sekian dari penjelasan di atas , maaf apabila ada salah kata/kurang menarik di like comment dan share membagi ilmu pengetahuan

REFERENSI :
DOSEN JARINGAN KOMPUTER
Lanjutan Penjelasan

28 Juni 2019

Seven Layers OSI

Tugas Mandiri Pertemuan Ke -11

I. fungsi-fungsi dari protocol sebagai berikut :

1. ICMP (Internet Control Message Protocol) adalah protocol yang digunakan untuk memberikan kiriman pesan-pesan kedalam sebuah jaringan, mulai dari mengirim pesan eror, pesan diterima, los hubungan dan connection lost, dan seterusnya.

dengan adanya ICMP ini maka jaringan akan merespown yang sedang terjadi selama konektivitas itu berlangsung .

Fungsi Dari ICMP :

- membatu proses eror handling / menjadi pelapor jika terjadinya eror pada jaringan .
- membantu control procedure(prosedur) pengaturan pada jaringan
- menyediakan pengendalian atas sebuah eror dan arus pada network layer/ lapisan jaringan.
- mendeteksi terjadinya eror , dan kemacetan jaringan.

2. POP3 (Post Office Protocol Versi.3) adalah Protokol yang memiliki fungsi seperti bis surat dan digunakan di dalam e-mail client yang kita miliki untuk mengambil dan membaca e-mail yang masuk.
Fungsi dari POP3 : 

Protokol yang digunakan untuk mengakses e-mail atau surat elektronik yang masuk ke dalam e-mail client. 


Fungsi utama dari POP3 adalah untuk menyimpan sementara e-mail yang terkirim di dalam sebuah e-mail server, dan kemudian meneruskannya ke dalam e-mail client, dimana baru akan terrespon ketika e-mail tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (mereka yang memegang username dan juga password dari alamat e-mail).


3. SMTP (Simple Mail Transport Protocol) adalah Protokol untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat secara elektronik), namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple dan mudah untuk dipaham dan diimplementasikan.

Fungsi dari SMTP : 

Protokol yang digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik / e-mail kepada penerima. Kita sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan elektronik atau e-mail kepada penerima.

4.  FTP (File Transfer Protocol) adalah Protokol yang berfungsi untuk pertukaran file dalam suatu jaringan komputer yang mendukung protokol TCP/IP. 

Dua hal pokok pada FTP yaitu FTP Server dan FTP Client. FTP juga bisa dikatakan sebuah protokol internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah framework.

FTP merupakan salah satu protokol internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan pengunggahan (upload) berkas-berkas komputer antara FTP Client dan FTP Server. FTP Client adalah sebuah aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah - perintah FTP ke sebuah FTP Server, sedangkan FTP Server adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespon perintah - perintah dari sebuah FTP Client. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, mengunggah berkas komputer ke FTP Server, serta mengunduh berkas dari FTP Server.

Fungsi dari FTP : 
Melakukan transfer file antara komputer yang terhubung melalui jaringan, termasuk internet. Dalam bahasa teknis, FTP dikenal sebagai protokol jaringan yang memungkinkan transfer file antara komputer yang tersambung pada TCP/IP yang berbasis jaringan. 

Hal ini mencangkup serangkaian peraturan dan prosedur untuk transfer data digital yang aman. FTP juga berfungsi untuk mempermudah dalam pembagian file - file, mempercepat secara tidak langsung atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file storage system antar host.

5. ARP (Address Resolution Protocol) adalah Protokol yang berfungsi memetakan IP address menjadi MAC (Media Access Control) Address.ARP merupakan penghubung antara datalink layer dan IP layer pada TCP/IP. Semua komunikasi yang berbasis Ethernet menggunakan protokol ARP ini. 

Intinya setiap komputer atau device yang akan berkomunikasi pasti akan melakukan transaksi atau tukar menukar informasi terkait antara IP dan MAC Address. Setiap transaksi akan disimpan di dalam cache OS kita. 

Namun protokol ini punya kelemahan serius, karena setiap komputer bisa saja memberikan transaksi ARP yang dimanipulasi. Dengan merubah MAC address yang sesungguhnya, kelemahan ini dimanfaatkan untuk jenis serangan ARP Poisoning atau ARP Spoofing atau Man In The Middle Attack.

Fungsi dari ARP :

Untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dinamik. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP statis secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP statis pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP Address atau Mac Address dengan kombinasi.

II. Penjelasan Ipv4 dan Ipv6

1. Internet Protokol versi 4

Kelebihan : 

Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.

- Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.

Kekurangan :

-    Panjang alamat 32 bit (4bytes).
-    Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
-    Dukungan terhadap IPSec opsional.
-    Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
-    IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

2.  Internet Protokol versi 6
        Kelebihan :
-    Format header baruHeader baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
-    Jumlah alamat yang jauh lebih besarDengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
-    Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.
-    Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration.Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
-    Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
-    Dukungan  yang lebih bagus untuk QoSAdanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
-    Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.
Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
-    Ekstensibilitas.
Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.

        Kekurangan :
-    Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
-    Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.

Jadi itu dia penjelasan yang ada di atas , semoga mendapaktan pemahaman dan ilmu
bermanfaat , apabila ada kesalahan kata mohon di komentar positif dan share , terima kasih
bagi yang telah membaca .

Referensi : 
Penjelasan Ipv4 & Ipv6 serta kelebihan & kekurangan

25 Juni 2019

Pembuatan jaringan sederhana 3 (pertemuan ke 14)

TOPOLOGI Sesuai ilustrasi menggunakan ROUTER sebagai berikut :

1. Gambar Topologi

2. Gambar Konfigurasi

3. gambar membuat banner motd
4. Gambar Router Konfigurasi
5. Gambar kelas Ip address menggunakan kelas C
6. memberikan alamat ip address
7. Memberikan ip DHCP
8. Login Kembali
9. Hasil Konfigurasi
Code konfigurasinya sebagai berikut :

hanya saja berbeda pada di atas dikarenakan tugas :

Router> enable

Router# conft
Router(config)# hostname R1
R1(config)# lin con 0
R1(config-line)# pass admin
R1(config-line)# login
R1(config-line)# exit
R1(config)# ex
R1#
R1#conf t
R1(config)#ena pass cisco
R1(config)#ex
R1#conf t
R1(config)#enable secret cisco123
R1(config)#ex
R1#

R1#conf t
R1(config)#service password-encryption
R1(config)#ex
R1#

Tambahkan banner motd "Firlandhi-42"


R1# conf t
R1(config)# banner motd "Firlandhi-42"
R1(config)# exit                                         
R1#

Kemudian konfigurasi interface GigabitEthernet 0/0


Router#conf t
R1(config)# int g0/0
R1(config-if)# ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)# no sh
R1(config-if)# ex

Kemudian konfigurasi interface Gigabit Ethernet 0/1


R1(config)#int g0/1
R1(config-if)#ip add 192.168.11.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shut
R1(config-if)#ex
R1(config)#
R1(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.11.1 192.168.11.40
R1(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.11.150 192.168.11.254
R1(config)#ip dhcp pool JARINGAN-KOMPUTER
R1(dhcp-config)#network 192.168.11.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.11.1
R1(dhcp-config)#ex
R1(config)#


Referensi :
Dosen Jaringan Komputer

YT :https://youtu.be/JFlY7947vdw